Translate

NADRAN SEBAGAI PESTA LAUT DAN IDENTITAS KEARIFAN LOKAL





PESTA LAUT

Sudah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat nelayan bahwa sedekah laut merupakan ritual setiap tahun, dimana dalam ritual nadran atau pesta laut wujud rasa syukur atas hasil laut yang berlimpah terhadap sang pemberi rezeki dengan membuat miniatur perahu yang dihias berbagai rupa diantaranya kepala kerbau dan sesaji yang diarak ke tengah laut.
Miniatur Perahu atau pecunan (dalam bahasa Cirebon) disiapkan masyarakat nelayan Sepanjang pantai Cirebon untuk ritual tahunan Nadran atau pesta laut, pecunan/miniatur perahu dihias sedemikian rupa seperti aslinya dan diisi kepala kerbau dan berbagai macam makanan dan minuman serta sesaji untuk di jeburkan ketengah laut sebuat wujud rasa syukur kepada sang pencipta, sebelum pecunan di arak dan bermuara ketengah laut juru kunci sebelumnya melakukan ritual membakar kemenyan dan membaca mantra dan kemudian pecunan diarak diikuti oleh berbagai simbol-simbol laut dan budaya nelayan bersama masyarakat nelayan tua,muda, pria dan wanita, anak2 semuanya melakukan karnaval diiringi musik tradisional dan modern dan larut dalam kegembiraan samapai dipantai dan dilanjutkan dengan konvoi perahu sampai acara penjeburan dan perebutan makanan dilaut yang kepercayaan masyarakat nelayan ada berkah bilamana mendapatkan makanan aksi perebutan makanan dan minuman dilautpun tak terhindari.
acara dilanjutkan dengan pagelaran kesenian tradisional seperti Wayang kulit/golek, Sandiwara, Orkes dangdut dan lain sebagainya guna memeriahkan dan menghibur masyarakat nelayan setelah selama 1 tahun berkutat memeras keringat dilaut.
Dan acara pagelaran wayang, orkes dangdut dan tarlingan merupakan bagian dari menjaga budaya yang harus diwariskan anak cucu dibawah gempuran kebudayaan asing yang semakin mengancam keberadaan kebudayaan tradisional sebagai identitas budaya lokal disamping ritual nadran itu sendiri (oleh Oman Panorama AAG – sumberdayalaut.blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar